Hospitality Share

Forum Kita Semua Orang Indonesia
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share
 

 Air Mata Kekasih Allah

Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 6
Join date : 05.11.09

Air Mata Kekasih Allah Empty
PostSubyek: Air Mata Kekasih Allah   Air Mata Kekasih Allah EmptyWed Nov 11, 2009 5:49 pm

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru, seraya mengucapkan salam.” Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?” Tanyanya. Tapi, Fatimah tidak mengizinkannya masuk,”Maafkanlah, ayahku sedang demam,” Kata Fatimah yang membalikkan badan dan sambil menutup pintu.
Kemudian Fatimah kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,” Siapakah itu wahai anakku?” “ Tak tahu ayahku, aku belum pernah melihat orang itu sama sekali.” Tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. Rasulullah berkata,” Ketahuilah Fatimah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan didunia. Dialah malaikatul maut.” Fatimah tak tahan menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “ Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah. ” Pintu-pintu langit telah terbuka , para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” Kata Jibril. Tapi ternyata itu semua tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“ Apa engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril lagi. “ Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “ Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah SWT berfirman kepadaku :” Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” Kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “ Jibril betapa sakitnya sakaratul maut ini !”
Perlahan Rasulullah mengaduh, Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan mukanya. “ Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu wahai Jibril?” Tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu. “ Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajalnya,” Kata jibril. Sebentar kemudian Rasulullah mengaduh lagi, karena sakit yang tidak tertahankan. “ Ya Allah, dahsyiat nian maut ini, timpakan saja semua maut ini kepadaku, jangan kepada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibir Rasulullah bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya, “ Uushiikum bishshalati wa maa malakat aimanukum ( Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu).” Di luar pintu, suara isak tangis pun terdengar, para sahabat saling berpelukan dengan perasaan yang amat sangat sedih. Fatimah menutupkan kedua tangannya di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya kebibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “ Ummatii, ummatii, ummatii ( umatku, umatku, umatku ).”
Dan, berakhir hidup manusia mulia yang memberikan cahaya itu. Rasulullah begitu mencintai umatnya, kini sebagai umatnya, mampukah kita mencintai Rasulullah sebagaimana Beliau mencintai kita ???
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi…………………
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://corner-core.indonesianforum.net
 
Air Mata Kekasih Allah
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Hospitality Share :: Forum :: Diskusi Islami-
Navigasi: